Yuk Ngeblog! Direktori Blog Indonesia

DEPAN | DAFTARKAN BLOG ANDA | BELUM PUNYA BLOG? | TENTANG KAMI |

Andai Aku Jadi

Andai Aku Jadi
• Nama Pemilik: Akhmad Junaidi
• Tanggal: 18/11/2008
• Dilihat: 593 kali.
Kunjungi Blog Andai Aku Jadi (Telah dikunjungi: 10 kali.)
Blog tidak bisa diakses?
Kirimkan halaman ini ke teman

Statistik Pengunjung (Daily Reach):

Untuk detail statistik, klik pada grafik.

Sindikasi dari Andai Aku Jadi:

politikus apa poli-Tikus ?
Politikus apa Poli-Tikus ?Andai-andaiku, anganku kali ini membingungkan aku sendiri, politikus apa poli-tikus ?Oh tak pedulilah, sama atau tidak ?Yang jelas saat ini gambarku bertebaran keberbagai pelosok negeri, kota, daerah, dan pedesaan. Kutebar senyum melebihi senyuman para selebritis. Kupakai kopyah dan kerudung, walaupun setiap harinya kutak pernah memakainya karena kutak tahu apa gunanya kopyah dan kerudung tersebut.Kuhabiskan uang ratusan juta untuk membuat baliho, poster, spanduk, poster yang memajang senyuman dan janji-janjiku. Terkadang kuberikan sembako pada kalayak rakyat kecil sebagai sedekah, kuberi nama sedekahku dengan "Sadaqah politik" yaitu sedekah dengan harapan bukan untuk mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa tetapi, sedekah yang mengharap agar orang yang kusedekahi memilihku untuk mendapatkan kursi. Aku rela berbasah-basah dan berkotor-kotor, celana dan jas safariku yang mahal kurelakan terkena lumpur demi mengunjungi para korban bencana alam, dengan harapan mereka menganggap aku peduli kepada sesama yang tertimpa musibah dan kedatanganku mereka mengenalku dan memilihku karena jasa-jasaku.Kudatngi tempat-tempat ibadah yan selama ini tak pernah tersentuh oleh telapak kakiku, agar aku dianggap orang yang alim dan ta'at beribadah, dan buanyak lagi kelakuanku yang kuubah secara mendadak drastis 360 derajat agar dilihat semua orang.Kuberteriak lantang diatas mimbar laksana orator nomor wahid seluruh dunia, kujanjikan kemakmuran, serba enak, serba aman, serba murah, pokok teriakan yang penuh janji melebihi hidup disurga. Terkadang aku sendiri tak mengerti dengan apa yang kuteriakan pada orang-orang banyak, itulah aku seorang politikus, kumainkan akal bulusku pada rakyat awam dan bodoh.Aku tak peduli dan peduli berapa uang yang telah kuhabiskan untuk menebar pesonaku, yang penting dalam otkaku bagaimana aku bisa mendapatkan kursi ajaib melebihi harga batu ajaibnya siponari. Sebab dengan kursi ajaib itulah aku bisa menyulap satu benda menjadi banyak dan sebaliknya.Akan tetapi kata hati nuraniku, membisikkan untuk apa aku keluarkan uang jutaan untuk memperoleh sebuah kusi ajaib yang sejatinya kursi amanat dari rakyat agar memakmurkan kursi kebahagiaan pada rakyat yang telah memilihku ? Tapi karena hawa nafsukulah sehingga aku buta, ku tak peduli rakyat menderita, pengagguran meraja lela yang penting dengan kursi ajaib koperku penuh dengan lembaran-lembaran uang. Dari berbagai cara terima suap, korupsi, manipulasi yang kesemuanya hak rakyat .Bila demikian apalah bedanya aku dengan tikus-tikus padi yang menhabiskan tanaman para petani ?Kalaulah tikus-tikus itu layak diberangus untuk mencegah menyengasarakan petani, bagaimana agar rakyat tidak sengasara sipa yang yang harus diberangus ?Aku merenung dan merenung, seandainya aku jadi seorang politikus kutak akan berbuat seperti tikus-tikus sawah.Politikus atau Poli-Tikus ?Tanyakan pada hati nuranimu wahai petualang-petualang demokrasi, berpetualanglah dengan hati nuranimu dalam berdemokrasi, jangan berdemo "crazy" karena keringatmu penuh bau terasi melebihi bau tikus-tikus sawah.www.djoenblog.blogspot.com

Selembar kain
Aku Selembar KainSelembar kain itulah aku !Saat ini bulan maret '09, aku disanjung dan amat sangat dibutuhkan, ditubuhku digunting dengan berbagai ukuran untuk dijadikan bendera, spanduk, poster, banner atupun baliho. Aklu diberi bermacam-macam gambar dan foto, tulisan yang beraeka warna. Ada tulisan yang memberi janji, foto dengan penuh senyuman dan segala macamnya. Foto-foto orang-orang cantik, cerdik pandai, hartawan, ilmuwan ataupun perawan. Mereka orang-orang yang berpendidikan, punya kharisma, tua muda. Aku dipasang diberbagai tempat, ditepi jalan, dipohon-pohon, ditepi sungai dan lain-lain dimana banyak orang berkumpul dan dapat melihatku, karena kau saat ini menjadi bendera, poster, baliho, spanduk partai.Kuberkibar-kibar diterpa angin diatas para pemulung yang mengais-ngais setumpuh sampah untuk dijadikan sesuap nasi, kutetap kokoh tegak berdiri ditengah persimpangan jalan diatas lalu lalangnya lautan manusia yang hilir mudik kesana kemari sibuk dengan urusannya, dan kuteatp berpelukan erat dengan pohon-pohon rindang diatas trotoar, ditaman, ditepi jalan, ditepi sungai dimana disiang hari dibawahku sedang terlelap tidur para pengemis, tuna wisma, pemulung, PKL yang tengah tidur sejenak dari terik panas matahari, dan dimalam hari terkadang kulihat dibawahku wanita-wanita berpakaian seksi, bermakeup tebal dan bibir penuh gincu, kudengar rayuan dan desahan nafasnya, entah apa yang sedang mereka kerjakan.Orang rela keluarkan uang puluhan juta untuk mendapatkanku, mereka rela gontok-gontokan dan berebutan tempat dimana aku diletakkan, terkadang aku dirobek dan digantikan dengan saudaraku yang lain karena gambarku kurang menarik.Itulah aku saat ini sangat disanjung dan diharagi daripada harga jualku hanya selembar kain,Terkadang aku merasa miris dan ingin menangis, betapa tidak !Mereka rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk mendapatkanku, sementara kudengar orang hanya untuk mendapatkan uang 45 ribu seharga selembar aku, rela bertaruh nyawa !Wanita-wanita malam yang rela mengorbankan kehormatannya, para pengemis, pemulung yang tak tahu sampai kapan nasibnya yang malang segera berakhir. Dalam bathinku ingin mengatakan, alangkah baiknya uang puluhan juta yang dibuat untuk membeliku diberikan pada mereka yang sedang susah mencari sesuap nasi.Aku selembar kain yang mulia dibulan ini maret '09, akan tetapi setelah bulan ini nasibku akan lebih buruk daripada sampah yang dpingut para pemulung. Mereka membiarkanku berserakan diterpa angin kesana kesana kemari mengotori jalanan, Tuhan maha adil dan masih ada manusia yang punya hati nurani dengan sebuah sapu lidi dia merapikanku, dan membawaku ketempat yang semestinya, walau dia rela keluar keringat dengan imbalan yang tak sepadan dengan pekerjaannya. Dilain tempat orang-orang pandai, cantik, berilmu, berkharisma dengan santai berkata "Kampanye telah berakhir" !Ku tak tahu kenapa mereka meninggalkanku begitu saja ? apakah hanya disitu kesetiaan mereka ? semoga kesetiaan pada senyuman, janji mereka yang tertulis pada tubuhku tidak hanya semusim kampanye, karena kampanye berakhir maka kesetiaan mereka berakhir.Sementara kulihat disebuah tempat yang tinggi aku tetap berkibar-kibar disebelah sangkar burung merpati, konon kabarnya aku dipasang sebagai bendera penunjuk arah rumah sang merpati dari terbang kesana kemari. Setelah kupikir-pikir aku lebih rela dijadikan bendera untuk rimah burung merpati daripada aku dijadikan bendera, baliho, spanduk partai bertuliskan janji bohong, senyuman munafik dan membiarkan aku begitu saja, sedangkan sang merpati tetap memakaiku walaupun mereka telah beranak pinak entah sudah beberapa generasi.Aku dijadikan bendera rumah merpati lebih mulia dibandingkan aku jadi bendera, baliho, spanduk partai politik untuk mengibarkan kepalsuan, ibarat gincu pemerah bibir wanita-wanita malam.Aku lebih rela dijadikan kain kafan mayat orang-orang miskin yang dihati mereka penuh kejujuran daripada dijadikan kafan bangkai orang-orang kaya yang korup, karena bangkai mereka tak semulia bangkai burung merpati.www.djoenblog.blogspot.com

KA'BAH
ANDAI AKU JADI KA'BAHBentuk tubuhku persegi !Dalam tubuhku terdapat sebuah batu yang diturunkan dari surga !Aku dibungkus kain hitam !Tiap tahun banyak orang mengunjungiku, mereka datang dari berbagai negara dan beragam warna kulit mereka.Kulihat mereka rukun sekali,Mereka rela datang dari jauh, rela keluarkan uang yang banyak untuk mendatangiku.Kudengarkan doa-doa mereka pada Sang Khalik !Ada yang ingin minta kaya, ada yang minta jabatannya naik, ada yang minta mendapatkan jodoh, dan adapula yang benar-benar berdoa karena ketaatannya pada perintah Sang Khalik dengan penuh keikhlasan.Aku tak tahu apa yang mereka perbuat setelah mereka pulang meninggalkanku, tapi kudengar hati mereka :Mereka datang kepadaku hanya untuk ingin dipanggil Haji sebagai gelarnya,Mereka mendatangiku hanya untuk menunjukan harta kekayaannya,Ada pula yang datang kepadaku dengan maksud agar dirinya dianggap suci dan ingin orang lain memilihnya, mendukungnya untuk mendapatkan jabatan.Dalam benakku aku merenung :Apakah setelah meninggalkanku mereka tetap tunduk, taat, patuh kepada San Khalik !Apakah setelah meninggalkanku mereka meninggalkan semua larangan Tuhan seperti disini !Apakah hati mereka tetap putih seputih kain ihram yang mereka pakai disini !Dan apakah mereka tetap rukun satu sama lain seperti yang kulihat disini !Aku tak tahu, hanya Sang Khalik dan mereka sendiri yang mengetahui perbuatannya.Sekedar renungan bagi pejabat dan orang-orang yang mendustai dan mengkhianati Tuhan Sang Khalik postby@djoenblog.blogspot.comwww.djoenblog.blogspot.com

MOSQUE
MOSQUE IN MADINAHwww.djoenblog.blogspot.com

KURSI
ANDAI AKU JADI SIKURSIAku dibuat dari sebatang kayu, karena ketekunan dan ketrampilan manusia situkang kayu hingga jadilah aku.Aku punya empat kaki dan tubuhku tempat bersandar.Banyak orang menduduki aku, kecil besar, tua muda, pria wanita.Aku Sangat berharga dan bernilai mahal bagi orang-orang tertentu.Orang memanggilku, kursi jabatan , kursi dewan, kursi kepresidenan.Aku sudah ada sejak jaman kerajaan hingga sampai saat ini dijaman demokrasi.Dari dahulu hingga sekarang mereka saling memperebutkanku. Mereka melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan aku, ada yang rela keluarkan uang berjuta-juta, ada yang mengumbar janji, ada yang mengintimidasi, ada yang menyuap sana-sini, bahkan ada yang rela berkelahi dan saling bunuh.Ketika seseorang telah mendapatkanku ada orang lain yang berusaha merebutku.Ketika ia telah memilikiku dan menduduki aku, kulihat jelas apa yang ia kerjakan.Sambil duduk kulihat dia menerima tas berisi uang dari seseorang dan meletakkannya dibawah kakiku,Sambil duduk dia kulihat ia mengetok palu dengan tegas dan senang sambil mengedipkan sebelah mata kepada terdakwa.Sambil duduk kulihat dia, membaca koran lalu tertidur ditengah-tengah hiruk pikuk ramainya ruang sidang untuk rakyat,Sambil duduk kulihat dia menghitung uang sementara orang lain keluar peluh ditengah keramaian orang.Ternyata selama ini aku diperebutkan, dengan berbagai cara, darah dan nyawa, hanya untuk dipakai tidur, membaca koran, menghitung uang, menyembunyikan uang, menerima suap !!!Sekedar renungan bagi pejabat dan orang-orang yang saling berebutan kekuasaan untuk kepentingan pribadi postby@djoenblog.blogspot.comwww.djoenblog.blogspot.com

Komentar

Belum ada komentar untuk file ini

Tambah Komentar

Nama anda

Email anda

Komentar

Kode Anti-Spam:

security image

KATEGORI:
SPONSOR: JawaraHosting.com
SPONSOR:
Your Ad Here
PENCARIAN:
 
SPONSOR:

Your Ad Here

Blog Lainnya Di Kategori Personal:
Sindikasi Acak:
LIVE TRAFFIC:

Bebaskan Ibu Prita Mulyasari!
Jangan Kutip Roy Suryo, daripada dibilang salah kutip