Yuk Ngeblog! Direktori Blog Indonesia
DEPAN | DAFTARKAN BLOG ANDA | BELUM PUNYA BLOG? | TENTANG KAMI |
Berbagi Cerita
• Tanggal: 23/06/2009
• Dilihat: 428 kali.
• Kunjungi Blog Berbagi Cerita (Telah dikunjungi: 16 kali.)
• Blog tidak bisa diakses?
• Kirimkan halaman ini ke teman
•
Statistik Pengunjung (Daily Reach):
Untuk detail statistik, klik pada grafik.Sindikasi dari Berbagi Cerita:
SHALAT KHUSYU’ ITU MUDAH
Beberapa hari yang lalu saya membaca e-book tentang tulisan shalat khusyu’. Jadi saya berinisiatif buat membagi ringkasan mengenai e-book yang saya baca. Saya pun masih mencoba belajar untuk bisa khusyu’, mudah-mudahan dengan ini kita bisa bersama belajar untuk lebih dekat dengan Allah melalui shalat dengan Khusyu’. Insyaallah.Khusyu’ adalah bukan sesuatu yang mustahil bagi kita manusia awam, bahkan suatu yang mudah diperoleh. Selama ini, kita selalu berpendapat bahwa khusyu’ itu sangat sulit dicapai. Ketika shalat, pikiran sering pergi kemana-mana. Karena itu, lalu muncullah cara mengatasinya yaitu dengan konsentrasi. Konsentrasi pikiran seolah-olah telah menjadi kunci mencapai khusyu’. Maka tidak mengherankan jika pelajaran shalat khusyu' pada umumnya tujukan untuk membantu mengarahkan konsentrasi pikiran, seperti misalnya melihat titik ditempat sujud, menerjemahkan bacaan, menghadirkan Allah, dan lain-lain.Selama ini, kita selalu berpendapat bahwa khusyu’ itu sangat sulit dicapai. Ketika shalat,pikiran sering pergi kemana-mana. Karena itu, lalu muncullah cara mengatasinya yaitu dengan konsentrasi. Konsentrasi pikiran seolah-olah telah menjadi kunci mencapai khusyu’. Maka tidak mengherankan jika pelajaran shalat khusyu' pada umumnya tujukan untuk membantu mengarahkan konsentrasi pikiran, seperti misalnya melihat titik ditempat sujud, menerjemahkan bacaan, menghadirkan Allah, dan lain-lain. Cara-cara tersebut terlihat meyakinkan, tetapi kenyataannya tidak memberi terlalu banyak manfaat. Melihat tempat sujud membantu agar pandangan kita tidak melirik kekiri dan kanan, tetapi tidak mampu menahan pikiran kita yang suka melompat ke kiri dan kanan. Jika khusyu’ dapat diperoleh dengan mengerti arti bacaannya, ketika saya pergi ke Mekkah, ternyata orang-orang Arab pun terlihat tidak lebih khusyu’ daripada kita. Ada yang matanya melirik ke kiri-kanan, ada yang sibuk merapihkan tutup kepalanya, dan lain-lain. Padahal mereka tentu mengerti arti bacaannya. Mencoba “menghadirkan” Allah, malah menambah kebingungan kita sendiri. Di dalam Al Qur’an dinyatakan, bahwa Allah tidak bisa diserupakan apapun juga (QS Asy Syuura [42] : 11). Jadi apapun yang kita bayangkan mengenai wujud Allah, maka itu pasti salah. Anehnya, cara-cara tersebut, meskipun terbukti gagal sebagai metoda mencapai khusyu', tetapi terus-menerus diajarkan oleh orang tua ke anaknya, oleh guru ke muridnya, demikian dari generasi ke generasi. Agak konyol memang. Khusyu’ menurut Al-Qur’anKita sering mengasosiakan khusyu' dengan kontemplasi, semedi atau meditasi yang biasa dilakukan dalam praktek ritual agama lain. Kita menjadi lupa untuk menggali bagaimana Al Qur'an menjelaskan mengenai khusyu' itu. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah [2] 45-46).Jadi ketika kita baru memulai shalat, kita selalu diingatkan Beliau tentang apa yang harus dilakukan di dalam shalat agar kita menjadi orang yang khusyu’. Aku hadapkan wajahku kepada wajah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri . Sesungguhnya ibadahku, shalatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam .Karena itu, menurut saya, lebih tepat jika arti khusyu’ dalam Al Baqarah ayat 46 diatas diterjemahkan sebagai : Orang-orang yang (bersikap) seolah-olah, mereka sedang menemui Tuhannya, dan seolah-olah mereka sedang kembali (berserah diri) kepada-Nya. untuk mendapatkan rasa khusyu’ kita hanya perlu bersikap seolah-olah ketika shalat kita sedang berhadapan dengan Allah dan berserah diri kepada Nya. Sikap yang patut kita lakukan ketika menghadap Allah adalah tenang, menundukkan pandangan dan merendahkan diri serendah-rendahnya. Sikap yang sepatutnya dilakukan oleh seorang hamba yang hina dihadapan Tuhan semesta alam, Tuhan Yang Maha Agung. Seperti sikap bumi yang kering kerontang dimusim kemarau mengharapkan pertolongan dari Allah swt dalam bentuk curahan hujan agar dapat kembali subur makmur.Siapkan diri untuk KhusyukLatihan-latihan yang ada di dalam buku ini sangat penting untuk dilakukan. Rangkaian kata dan kalimat pada tulisan tidak akan mampu menjelaskan dengan baik apa yang saya rasakan. Dengan melakukan latihan, diharapkan Anda dapat merasakan suasana-suasana khusyu’ yang diperoleh dari sikap-sikap tersebut sehingga akan lebih memahami apa yang saya utarakan. Seperti halnya jika kita ingin menjelaskan rasanya durian kepada orang Rusia yang belum pernah makan buah durian sama sekali. Peluang terjadinya perbedaan persepsi sangat besar karena keterbatasan perbendaharaan kata, perbedaan idiom dan perbedaan pengetahuan. Rasa buah durian menjadi mudah dipahami dan tidak ada perbedaan persepsi, jika kita meminta dia untuk ikut memakannya. Karena itu, latihan harus dilakukan pada tiap-tiap tahapan sebelum Anda melanjutkan bacaannya. Jangan dilewatkan begitu saja. Latihan-latihan tersebut dilakukan di luar shalat. Setelah kita paham bagaimana melakukannya, maka kita tinggal membawanya dalam shalat. Tidak ada dalil ataupun teori baru yang melandasi latihan-latihan tersebut. Saya yakin Anda pernah mendengarnya, hanya mungkin jarang dipraktekkan dalam kegiatan shalat. Tulisan ini akan lebih berdaya guna jika Anda dapat menyelesaikan seluruh bacaan dan latihannya dalam satu kesempatan sekaligus. Karena itu, lakukanlah persiapan sebelum membaca halaman-halaman berikut ini. Luangkan waktu sekitar 2 jam, kenakan pakaian yang bersih dan carilah tempat yang tenang sehingga Anda dapat melakukannya dengan baik. Sebaiknya Anda berwudhu dulu, sehingga setelah selesai membaca, Anda dapat langsung mencobanya dengan melakukan shalat sunnah. Mudah-mudahan Allah berkenan menurunkan rasa khusyu' itu kepada kita semua. Tulisan Ini adalah ringkasan dari tulisan yang ditulis oleh mardibros dalam bukunya SHALAT KHUSYU’ ITU MUDAH, untuk lebih lengkapnya e-book ini dapat didonlod disini atau (member milis dzikrullah)
Thanks to every one for every thing
Sudah lama sekali sejak tulisan terakhir gw terposting, gw gak membuka dan menulis diblog lagi. ya dengan berbagai alasan yang dibuat-buat dari SKRIPSI hingga gak ada ide dan lebih tepatnya lagi gw lagi MALAS. udah ah berbasa-basinya karena emang basi semuanya. Sekarang sebenarnya gw pengen merapel semua kejadian yang pernah gw alami kemarin-kemarin ini. Tapi ntah kenapa kog lagi-lagi malas ya. ya mungkin sekilas aja dah, sekrang gw udah lulus dan udah gak berurusan lagi dengan yang namanya skripsi. Bebas, Meredeka, Senang, Bahagia dan Sedih semua campur aduk jadi satu (Lebay hahha). Tapi mang itu yang gw rasakan, gw bebas karena tidak akan berurusan lagi dengan yang namanya revisi dan sekarang gw sudah punya tambahan 3 huruf dibelakang nama gw (S.I.P) . Tapi semua itu gak hanya karena gw sendiri, tapi karena dukungan dari keluarga dan para teman-teman sejawat. ya mungkin ini suda sangat terlambat buat ngucapin terimakasih kepad semua pihak yang ngedukung gw. Tapi gw percaya tidak ada kata terlambat untuk bertobat (axis mode on)Alhamdulillah. Puji syukur hamba panjatkan hanya kepada MU ya ALLAH. Terimakasih ya ALLAH karena hanya Engkau lah yang hanya mampu membuka hati hamba, meluaskan pemikiran hamba dan menjadikan hamba sebagai orang yang selalu sabar dalam proses penyelesaian SKRIPSI hamba. Walaupun 9 bulan itu ternyata waktu yang lama, tetapi hamba iklhas dan semoga ini menjadi awal untuk hamba melangkah menjadi insan yang lebih berguna bagi agama, orang tua, bangsa dan Negara hamba.Terima kasih yang teramat besar juga tak akan mungkin lupa ku ucapkan kepada kedua orang tua ku tercinta, Bapak Lili Jamaris dan Ibu Jusliar. Terima kasih atas limpahan kasih sayang, perhatian, doa dan ketulusan yang kalian berikan. Terima kasih telah membesarkan ku ditengah kehangatan keluarga yang sederhana dan bersahaja. Dan aku sadar sebanyak apapun akumengucapkan ucapan terimakasih tak akan cukup untuk menggambarkan pengorbanan dan kasih sayang kalian. Semoga aku dapat selalu menjadi anak yang dapat membuat kalian bangga. Terima kasih juga buat adek – adek ku, Putra (ayo buktikan kamu juga bisa Put), Nindi (jangan sering ngambek, jelek tau. Oh ya kapan juara lagi) ikutilah apa yang baik-baik dari abang ya dek, jangan ikutin yang jeleknya kalau bisa jadilah lebih baik dari abang, bikin mama, papa bangga. Oh ya maaf abang tidak selalu ada disaat kalian membutuhkan abang.Terima kasih juga ku ucapkan kepada keluarga besar Patopang dan Jamaris. Terutama kepada Ancu ku beserta keluarga, yang telah menjadi peri penyalamat dalam kelancaran financial untuk akademis dan non akademis ku, Tante Ita dan tante Tanti beserta keluarga yang juga tidak sedikit membantu fiko selama kuliah, Uni-uni ku beserta keluarga (Uni ida dan Uni susi), MakEtek Eri beserta keluarga, yang terus kasih semangat kepada ku, begitu juga dengan Sepupu-sepupuku dan keponakan-keponakan ku yang tak mungkin ku ucapkan satu-satu terima kasih banget atas segala perhatian dan bantuan kalian. Fiko tak akan bisa menjadi seperti ini tanpa bantuan dan perhatian kalian semua. Teman sekaligus Sahabat merangkap partner dan rival badminton ku. Uwie, onetwo, yoga (sangat senang mengenal dan menjalani 4 tahun kuliah bersama-sama kalian, maaf banget gw selama ini jarang ikut hura-hura bareng, dan bisanya cuman ngeropotin kalian aja), terutama buat lw onetwo yang selalu gw repotin kalo gw butuh lw. Uwie yang selalu gw repotin tiap main badminton karena malesnya gw bergerak dan banyak hal lainnya. Yoga yang gw repotin untuk buatin abstraksi gw, oh ya sori banget selama pertemanan kita terlalu banyak kesalah pahaman yang akhirnya ngurasak pertemanan kita dan mudah-mudahan tidak ada kesalah pahaman lagi ya bro. Arne (jangan kelamaan di India ne, ntar pak erwan lupa ma lw lagi.hehe), Tesa, Meysha dan Icha (makasih udah menjadi sahabat dan teman yang baik buat gw, walaupun gw sadar gw belum menjadi sahabat dan teman yang baik buat lw) Li2en (makasih banget udah menyuplai video dan music-musik korea sebagai hiburan baru aku dan makasih banget udah kasih berbagai pandangan yang berbeda terhadap berbagai hal), Dhea (makasih udah sama-sama berjuang untuk mendaftar sampai batas terakhir) Rhe (makasih udah sama-sama nunggu pak gaby. Ayo rhe kamu pasti bisa), Hanif & Irfa (teman pertama AN dan kos gw, kalian jangan kelamaan kuliah ya.. hehe) dan semua teman-teman AN 2006 A dan B. Walau kita tak terlalu dekat bukan berarti kalian tidak berarti, tanpa kalian AN 2006 tak akan lengkap. Ayo pada semangat menggapai cita masing-masing. Percayalah bahwa “Perjalan seribu batu dimulai dari satu langkah-Lao Tze”Untuk Wisma Daniel Crew, Mang eqi (makasih teramat banyak, aku banyak banget ngeropotin mank eqi, pokoknya sangat-sangat terimakasih buat mang eqi) Tegar (makasih udah kasih berbagai saran atas apa yang harus aku lakukan disaat kebingungan. Hehe) Hesa (makasih udah ngeracunin aku dengan Game Online), Tito Rona, Ira, Dio, Tegal, Telo, Hari, Heru, Ganjar dan para sepuh yang udah pulang kedaerah masing-masing, terima kasih banyak kalian menjadikan wisma Daniel menjadi lebih hidup. Gak ada kalian gak rame. Kalian bukan sekedar teman kos, tapi udah aku anggap sebagai bagian dari keluarga. Sangat bersyukur dipertemukan dengan kalian. Suatu saat jika butuh bantuan, Insyaallah aku akan siap membantu.Terimakasih buat Persaudaraan Kopi Item (ichank, Botak, mas adi dan para saudara se partai) semoga kita bisa bertemu kembali dan meminum kopi lagi bersama-sama. oh ya jangan lupa buat menjalankan misi kita dimanapun kita berada. "menjadikan INDONESIA lebih Ngesoul"Untuk Teman-teman KKN Argomulyo Unit 74 makasih udah menjadikan KKN ini terasa indah dan menyenangkan (walau ini berat untuk dikatakan). Kalian rekan kerja yang menarik, unik dan menyenangkan. Jadi kangen untuk melakukan kegiatan dan agenda bareng-bareng lagi (tapi gak mau pake KKN lagi, hehehe) oh ya aku harap kita Tetap saling berhubungan ya. Pihak PLN Batam dan LAZIS Batam beserta karyawan, terimakasih atas bantuan dan kesediannya menerima saya untuk mencari data dan melakukan wawancara sehingga Skripsi saya dapat selesai juga. Semua pihak yang telah membantu, baik langsung maupun tidak langsung, baik yang terkait maupun tidak terkait dengan skripsi ini. Saya ucapkan terimakasih banyak.Penulis
Solidaritas yang Mengancam
Beberapa pekan yang lalu kita dikejutkan oleh berita mengenai pemukulan beberapa pemain sepakbola professional asal klub Sriwijaya FC terhadap beberapa pendukungnya diluar stadion. Pemukulan yang dikarenakan kesalahpahaman ini sontak ramai dibicarakan seiring dilaporkannya empat orang pemain Sriwijaya FC (SFC) tersebut oleh para pendukungnya yang juga merupakan korban dari pemukulan tersebut. Pelaporan yang dilakukan oleh korban tersebut bukan lah dikarenakan dendam mereka terhadap klub, melainkan hanya sebagai pemberian efek jera terhadap para pelaku dan para pemain dari tim lainnya agar tidak mengulangi hal yang sama terhadap para suporternya. Niatan baik dari pendukung tersebut ternyata tidak mendapat dukungan dari hampir seluruh pemain SFC lainnya. Para pemain memilih untuk balik mengancam akan mogok bertanding saat melawan Persib Bandung di Bandung, sebagai bentuk “solidaritas” kepada rekan-rekannya. Solidaritas seakan menjadi tameng yang sangat tepat untuk tidak bersikap profesionalitas. Jika ditelaah lebih lanjut solidaritas sebenarnya memiliki makna yang sangat mulia dari sekedar menjadi tameng. Solidaritas yang berarti solit, padu, bersatu. Lebih jauh lagi solidaritas dapat diartikan aksi, gerakan yang mementingkan kepentingan kelompok dibandingkan diri sendiri. Namun, apakah suatu sikap yang ditujukan oleh para pemain SFC tersebut mencerminkan suatu solidaritas atau suatu sikap tidak professional? Para pemain tersebut yang sudah jelas-jelas dibayar mahal oleh masyarakat tidak melaksanakan kewajibannya sebagai pemain professional yang membela suatau klub sepakbola professional. Jika jauh kita melihat kebelahan dunia lain di eropa, maka kita kita akan sulit menemukan sikap solidaritas yang mengancam profesionalitas seorang pemain. Contohnya MU dengan kasus Erick Cantonanya. Erick cantona dihukum 1 tahun tidak boleh tampil namun, rekan-rekannya tidak ada yang “sok” ikut-ikutan solidaritas dan menolak bertanding. Jika kita perhatikan di Negara Indonesia yang kita cintai ini ternyata kasus tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana para pemain persipura yang berhenti bermain melawan SFC saat final piala Copa tahun lalu. Bagaimana anti klimaksnya suatu partai final tanpa selesainya suatu pertandingan. Ternyata solidaritas tidak hanya mengancam majunya suatu persepakbolaan bangsa kita. Tetapi hal tersebut juga terjadi pada ranah politik, sosial bahkan hukum. Salah satu contohnya adalah aksi yang terjadi pada tahun 1998. Aksi para mahasiswa dan sebagian besar masyarakat yang dapat dikatakan sebagai suatu aksi solidaritas sosial, mampu meruntuhkan suatu rezim yang telah memimpin 32 tahun lebih. Keberhasilan aksi solidaritas tersebut ternyata menjadi inspirasi yang mengancam bagi keberlangsungan jalannya aspek sosial, hukum bahkan politik. Setidaknya masih segar dalam ingatan kita bagaimana wakil ketua KPK kita bebas karena aksi solidaritas sosial yang muncul di tengah masyarakat. Bahkan saat itu kasus tersebut diberhentikan karena alasan ditutup demi hukum, yang diakibatkan opini public yang menjadi kekuatan tersendiri dimasyarakat. Betapa mudahnya masyarakat kita saat ini membentuk solidaritas menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan tata hukum, sosial bahkan politik yang baik bagi Negara ini. Setiap ada permasalahan yang tidak berkenan dan tidak mampu diselesaikan oleh secara sistematis. Maka dengan mudah muncul suatu aksi solidaritas. sudah banyak contohnya aksi dukungan diberbagai jejaring sosial. Seperti yang pernah ada, dukungan penolakan terhadap Susno duadji, dukungan terhadap Julia perez. Bahkan tidak hanya aksi mendukung, aksi penolakan pun terjadi dapat menimbulkan aksi solidaritas dikalangan masyarakat. Sikap solidaritas, pro dan kontra tersebut jika dibiarkan akan menjurus menjadi sikap ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, aparat hukum dan unsur politik lainnya. Bahkan jika dibiarkan lebih lanjut akan menjadi aksi anarkis yang akan berkibat konflik pada masyarakat. setidaknya tetangga kita di Thailand telah mengarah ke aksi tersebut. Namun bukan berarti berjiwa dan memiliki sifat yang kesetiakwanan (solidaritas) dilarang. Karena sikap tersebut masih sangat diperlukan oleh masyarakat golongan menengah kebawah dinegeri ini. Masih banyak rakyat Indonesia yang masih memerlukan pertolongan dari sesama. Bahkan memiliki sikap solidaritas merupakan suatu keharusan dalam hidup, karena kita manusia adalah mahluk sosial yang tak mampu mengerjakan semuanya sendiri. Namun baik atau buruk tingginya pelaksanaan solidaritas tersebut nantinya akan berujung pada satu pertanyaan. Apakah ini pertanda ketidakpercayaan rakyat terhadap pengelola Negara dan apakah ini murni bentuk ketidakpercayaan masyarakat? Atau ini hanya sebuah cara yang digunakan oleh suatu oknum untuk mencari simpatik dari masyarakat terhadap suatu permasalahan yang sedang dihadapi? Bahkan suatu sikap solidaritas dapat dijadikan alat oleh suatu oknum untuk mengambil keuntungan. Masyarakat dapat dengan mudah dibujuk rayu dengan uang untuk melakukan suatu aksi solidaritas, tanpa pernah mereka ketahui tujuan melaksanakan aksi tersebut. Apa pun alasannya ini merupakan suatu peringatan bagi aparat pemirintah, hukum dan politik untuk berbenah. Jika ingin rakyat masih mempercayai mereka.
Syukur dan Pilihan
Sewaktu akan menulis postingan ini saya teringat akan sebuah cerita mengenai kisah seorang Pemuda yang selalu memilih tanpa mensyukuri dalam hidupnya. Ya, mungkin ini hanya sebuah cerita pendek dan mungkin sudah banyak orang yang mendengarnya. Bukan bermaksud Repost atau gak kreatif. Saya hanya sekedar ingin mengingatkan teman-teman melalui cerita ini. Alkisah dimulai dari seorang pemuda yang selama hidupnya tidak pernah berhenti untuk memilah dan mensyukuri apa yang telah didapatinya. Sehingga pada suatu saat dia merasa bahwa dia tidak mendapatkan kebahagian dan Tuhan bersikap tidak adil terhadap dirinya.Sehingga dia memutuskan untuk berkelana dan mencari pembenaran atas sikapnya. Ya suatu pembenaran bukan suatu nasihat.Akhirnya usahanya terhenti dan tersadar ketika ia bertemu dengan seorang kakek yang sedang bekerja dikebun. Pemuda tersebut heran melihat kakek yang hanya hidup sederhana namun dirinya merasa puas dan bahagia akan hidupnya. Pemuda tersebut bertanya kepada kakek itu. Kira-kira begini dialognyaPemuda: kek, kenapa kakek kelihatan bahagia dengan Hidup kakek yang seperti ini. bisakah kakek memberikan resepnya kepada ku.Kakek: saya tidak keberatan memberitahukan resep saya kepada kamu, tapi saya takut kmu tidak sanggup untuk menjalankannya.Pemuda: saya pasti sanggup kek.Kakek: baiklah tapi ada syaratnya. jika kmu ingin tahu saya kmu ambilkan sayajagung dikebun sebrang yang paling besar, setelah itu kamu ambilkan saya pohon yang paling tinggi dan besar di hutan setelah kebun tersebut. Tapi kamu hanya boleh mengambil satu kali dan kmu tidak boleh berbalik mengambil pohon atau jagung yang telah kmu lewati.Pemuda: baiklah, itu hanya persoalan yang mudah.Pemuda tersebut berjalan dan akhirnya menemukan kebun yang dimaksudkan oleh kakek tersebut. Masuklah pemuda tersebut kedalam kebun itu. Baru memasuki kebun tersebut pemuda itu telah menemukan satu tongkol jangung yang sangat besar. Pemuda tersebut berinisiatif untuk mengambilnya, tapi akhirnya pemuda tersebut mengurungkan niatnya. Dia berpikir kembali, sapa tahu ntar ada yang lebih besar lagi di ujung kebun sana. Pemuda tersebut memutuskan untuk maju terus. naas nasib pemuda tersebut, dia tidak menemukan satu jangung pun yang lebih besar. hingga akirnya dia tidak membawa satu buah jagungpun. setelah beberapa langkah pemuda tersebut berjalan pemuda itu menemukan suatu hutan yang dimaksudkan oleh kakek tersebut. bermaksud tidak mengulangi kesalahan yang sama pemuda tersebut, tanpa pikir panjang pemuda tersebut melihat suatu pohon yang tinggi tidak terlalu tinggi dan besarnya juga tidak terlalu besar, ya kalau bahasa sekarangnya, yang sedang-sedang saja. tapi dia langsung memotong dan mengambil pohon tersebut. dan pemuda tersebut berjalan terus hingga ujung hutan tersebut, ternyata dalam perjalanannya banyak pohon yang lebih tinggi dan besar yang bisa dia ambil. ada rasa penyesalan dalam dirinya, tapi dia berpikir positif seandainya aku tidak mengambil pohon yang ini, aku belum tentu sanggup untuk membawa pohon yang tinggi dan yang besar ini, dan akirnya aku juga tidak akan membawa satu pohon pun keluar dari hutan ini.Setelah keluar dari hutan tersebut, pemuda tersebut langsung menemui kakek itu dgan hanya membawa satu batang pohon yang sedang-sedang saja tersebut. dan Dia menyampaikan maafnya karena tidak mampu memenuhi sayrat yang diberikan oleh kakek itu, sekaligus mengucapkan terimakasih atas syarat yang harus dijalaninya untuk belajar bersama kakek tersebut. karena dengan sayarat itu secara tidak langsung kakek tersebut mengajarkan dirinya akan pelajaran rasa syukur dan memutuskan suatu pilihan.Manusia akan selalu mengahadapi berbagai pilihan dalam hidupnya. Dan syukurilah pilihan yang telah kita tentukan, karena sesungguhnya manusia memiliki kemampuan yang terbatas dan tidak pernah puas akan apa yang dimilikinya.
Peran Utama
Selamat Tahun BaruTelat banget Gw yah. ya maklum ini kan postingan pertama gw ditahun yang baru. Kesibukan GW mengejar cit-cita untuk dapat gelar SIP ternyata membuat gw menjadi lupa untuk mengotak ngatik blog gw (walaupun hingga saat ini gw juga belum mendapatkan gelar tersebut. Ya cukup sudah basa basi dan berbagai alasan mengenai tidak terupdatenya blog ini. oke sekarang gw mau sedikit membahas (ceilah membahas) bahasa gampangnya bicarain masalah peran.Peran, peran adalah sebuah aktifitas yang dilakukan oleh pelakon dalam suatu cerita. ya kurang lebih itulah artinya. peran itu pun terbagi atas peran utama dan perna pembantu. dan pada umumnya setiap pelakon menginginkan peran utama dibandingkan peran pembantu. ya alasannya simple hanya ingin lebih, klo jadi peran utama pasti lebih dikenal oleh masyarakat dan penonton.. tapi apa itu iya???Klo saya jadi penonton saya sih gak hanya ngelihat peran utamanya doank. bayangin apa jadinya si pemeran utama tanpa ada pemeran pembantu. ya simplenya gitu. gitu juga dalam keidupan kita. setiap orang pasti ingin jadi peran utama. lihat aja disekitar kita. pasti selalu ada yang ingin mendominasi dan menjadi pusat perhatian. tapi sebenarnya klo kita telaah lagi. sebenarnya gak ada yang namanya peran utama atau peran pembantu.. karena semua itu ditentukan oleh diri kita masing-masing sebagai pemeran. semua jenis peran bakal menjadi peran utama jika kita bersungguh-sungguh melakukan peran tersebut. dan yang tadinya kita sebagai peran pembantu bisa menjadi peran utama dalam suatu lakon. bahkan bisa melebihi pamor si pemeran utama. begitu juga dalam kehidupan kita. jangan pernah merasa rendah atau hina dengan peran yang kita dapat, ya mungkin kita memiliki kedudukan yang lebih rendah dibandingkan orang lain, tapi jika berusaha menjalankan peran kita dengan baik percayalah kita pasti akan mendapatkan kedudukan yang lebih baik dimata orang lain.
Komentar
Belum ada komentar untuk file ini

