Yuk Ngeblog! Direktori Blog Indonesia
DEPAN | DAFTARKAN BLOG ANDA | BELUM PUNYA BLOG? | TENTANG KAMI |
Catatan Jahil
• Tanggal: 12/06/2009
• Dilihat: 631 kali.
• Kunjungi Blog Catatan Jahil (Telah dikunjungi: 29 kali.)
• Blog tidak bisa diakses?
• Kirimkan halaman ini ke teman
•
Statistik Pengunjung (Daily Reach):
Untuk detail statistik, klik pada grafik.Sindikasi dari Catatan Jahil:
Had a bad day then had a nice day, I
We never Know About Future. Setelah lama nggak nulis akhirnya, Aku coba menuangkan pikiranku kembali dalam sebuah untaian kata, nggak terasa hampir 9 bulan, gw udah nggak nulis wah2 ibaratnya kalo ibu mengandung mungkin udah waktunya melahirkan, dan mungkin aku udah ngerasa juga udah saatnya mulai menulis lagi setelah masa hibernasi yang sangat lama.Pada tahun 2009 yang lalu banyak banget kejutan yang aku dapetin, dari kejutan yang membuat hati menangis sampai kejutan yang membuat aku jingkrak kegirangan dan susah untuk ungkapkan dengan kata-kata, yah mungkin bisa juga seeh diungkapin tapi pengungkapan tadi nggak sebanding apa yang telah aku rasa selama ini.Berawal dari tahun baru yang sangat menyusahkan, aku awali 2009 dengan perasaan yang galau hati gundah gulana diliputi rasa cemas bercampur aduk jadi satu, kalo ibaratnya gado-gado mungkin udah lengkap kali bahan-bahanya untuk membuat sebuah gado-gado special, gimana engga ujian udah dekat, hampir mencapai deadline yang telah ditentukan namun, aku masih berkutat dengan masalah passport yang masih tertahan disebuah perusahaan pelayanan jasa visa umrah di Saudi, ditambah lagi semakin menipisnya kantong membuat masalah semakin ruwet dan acak kadul yang membuat aku harus rela menunda kepulanganku ke MesirNamun pertolongan memang nggak pernah disangka-sangka, usaha yang selama ini dilakukan akhirnya membuahkan hasil, namun hasil ini sangat mengejutkan, Allah menjawab doa kita dengan caranya sendiri, bukan dengan scenario yang telah dirancang bukan pula dengan jalan yang diharapkan oleh aku, namun dengan sebuah variabel yang tidak terduga selama ini, seorang bapak yang selama ini tidak dikenal tiba-tiba menjadi sebuah solusi jitu dan tepat meskipun perkenalan dengan beliau, tak lepas juga dari usaha-usaha selama ini untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat sasaran. Mudah-mudahan amalan beliau menjadi catatan kebaikan disisinya, dan maafkan aku jika belum bisa membalas kebaikan bapak tapi mudah-mudahan suatu saat aku bisa membalas kebaikannya amien.Sesampainya di mesir ibarat artis kejar tayang aku harus menyusun jadwal guna menghadapi ujian yang udah mepet banget, bahkan sebagian temen2 aku harus kehilangan ujian pertamanya dan merelakannya untuk mengikutinya di tahun yang akan datang, dengan kekuatan yang tersisa akhirnya aku mengumpulkan segenap kemampuan untuk menaklukan ujian lusa siap nggak siap ya harus siap …!Akhirnya satu demi satu ujian terlalui dengan lancar, meskipun tak yakin dengan hasil setidaknya masih ada harapan untuk lulus dengan nilai seadanya, mudah-mudahan Allah mengabulkan permintaanku amien.Nggak terasa liburan pertengahan semesterpun tiba, pengalaman-pengalaman di Saudi masih berlarian di kepalaku, baik pengalaman yang berharga maupun pengalaman yang sangat memilukan, ingin rasanya aku menuliskannya dalam sebuah cerita namun, aku belum punya computer, wah sepertinya computer menjadi sesuatu yang urgen untuk saat ini, sejenak hatiku berdiskusi dengan pikiranku, apa pentingnya dan apa nggak pentingnya akhirnnya aku menyimpulkan udah saatnya aku mempunyai computer, namun satu lagi permasalahan yang harus diselesaikan adalah bagaimana menerangkanya ke Abi dan Umi di Indonesia, bahwa udah saatnya aku belajar untuk menulis.aku jadi teringat sebuah pesan guruku waktu di pesantren dahulu, pena adalah pengikat ilmu dan tulisan adalah sebuah harta yang berharga yang akan terus dikenang, banyak ulama terdahulu dikenal karena tulisannya yang masih abadi hingga saat, banyak pula ilmuwan terdahulu menjadi rujukan para ilmuwan2 modern akibat kegigihan mereka membukukan analisa-analisanya pada sebuah buku, dan bukankah banyak orang-orang penting yang telah merubah dunia dengan tulisannya yang menggugah dan membangkitkan sehingga terjadi sebuah pergerakan diakibatkan goresan-goresan tinta yang penuh semangat yang mengelora yang meraka tuliskan dalam buku, mungkin orator bisa merubah tatanan masyarakat sesaat, namun buku selama dia ada akan selalu membuat perubahan bagi pembacanya jika buku itu bermanfaat dan bisa memberikan pengaruh bagi pembaca.Singkat kata singkat cerita, ternyata abi meluluskan keinginanku, abi kan penulis juga jadi dia paham dengan apa yang ada dalam pikiranku, dan insya Allah minggu depan aku dikirim lewat ATM, dengan sedikit pengetahuanku tentang merakit computer semakin menyempurkan keinginanku untuk mewujudkannya menjadi nyata. Dan dalam waktu dekat ini aku akan memilki computer.Hari yang ditunggu akhirnya tiba, akupun menuju tempat anjungan mandiri, akibat keinginan yang mengebu-gebu akhirnya aku memaksakan diri untuk mengambil uang di ATM meskipun sudah larut malam, kartu ATM aku masukkan ke mesin dan aku ketik saldo yang diinginkan dan mesinpun berbunyi trit-trit-trit namun kejutan terjadi, uang di dalam ATM tidak keluar seketika itu pula aku terserang penyakit lemah otot di segala persendianku, terpaksa aku pulang dengan keadaan muka berlipat.Sejalan dengan waktu yang berputar akhirnya uang di ATM yang tertahan bisa keluar dan computer idamanpun terwujud, memang kalau punya keinginan itu harus sabar yah, semakin kita sabar Allah semakin sayang kepada kita, dan kalo kita nggak sabaran yaah jadinya yah begitu, namun Allah tidak pernah meninggalkan hambanya sedikitpun dalam kebingungan, setiap masalah pasti ada solusinya.to be continued
Kemerdekaan
Kau tebar ranjau-ranjau bumiKau tebar imperialisMenyegat dan menghantam pertiwiTapi pemuda tetap tabahEmpat lima tombak kemerdekaanDitancapkan dibumi pertiwiMelahirkan satu kata Merdeka....!Tapi tidak merdekaDeru pemerintah berjalanLaksana tank-tank baja kompeniMelindas, merusak apa yang dililintasMelahirkan Taruna yang bejatAkankah kemerdekaan teraih ?Dari tangan-tangan yang naïfAkankah bangsa ini bersedihSetiap saat merintih dan menangisKau...!Akankah terus beginiMerusak dan merampas taruna bangsaHanya memikirkan materi belakaTanpa mengukir kata Merdeka..!Paciran , 17 Agustus 2002
Globalisasi
Globalisasi, satu kata yang sudah tidak aneh lagi, karena globalisasi sudah ada dan terjadi, hampir semua media bahkan personal membahas hal ini, namun bagaimana dan bentuknya memang belum ada sebuah penjelasan yang jelas dan mendetail tentang hal ini, ada yang memberi prediksi bahwa globalisasi adalah sebuah kemajuan manusia yang tidak bisa ditawar-tawar lagi namun di seberang sana ada pula yang berpandangan bahwa globalisasi adalah bentuk baru dari penjajahan di masa modern yang anti imperial dan penindasan yang sudah lama dihapus semenjak dicanangkan piagam PBB Pasca perang dahsyat perang dunia II yang hampir melibatkan seluruh negara di dunia:Arti dan Hakikat Serta Sejarah Globalisasi : Ahmad yang baru lulus SMU yang berkebangsaan Indonesia memiliki keinginan untuk meneruskan studinya ke sebuah negara yang memilki julukan ardul Anbiya, maka dia pun mendaftarkan dirinya ke kakak kelasnya yang ada di mesir dengan cara mengirim SMS dengan kartu Mentari yang diproduksi PT Indosat yang setengah sahamnya baru saja dibeli oleh singapura, beberapa hari kemudian kakak kelasnya yang ada di mesir pun menyuruh ahmad untuk mengirim berkasnya lewat FedeEx agar lebih aman dan cepat karena, FedeEx adalah jasa pengiriman berkas yang terpercaya yang dikelola oleh negara adidaya Amerika Serikat, setelah beberapa bulan urusan ahamd pun sudah rampung dan ditetapkan bahwa dia akan terbang ke mesir menaiki maskapai penerbangan kuwait airways, yaitu maskapai penerbangan dari negeri petro dolar yaitu kuwait karena lebih murah dan terpercaya, dengan jenis pesawatnya boeing buatan amerika, sesampai jam menunjukkan pukul 18.00 waktu cairo dan sudah tiba saatnya bagi ahmad untuk berbuka, dengan sekaleng pepsi yang diproduksi di mesir di bawah lisensi amerika serikat. Sepenggal cerita di atas adalah sedikit pengertian dari globalisasi yang terjadi di dunia sekarang ini, mungkin jika sedikit menilik alam sekitar, dan aktifitas manusia yang saling bersingungan, kejadian diatas mungkin bukan suatu hal yang aneh, bisa dikata kejadian diatas adalah sedikit contoh konkrit dari lautan globalisasi yang sedang terjadi sekarang ini, karena dari sederet kejadian diatas setelah dibaca dengan cermat dan teliti secara tidak sadar ahmad telah menikmati akibat dari globalisasi yang memang hamper meyentuh setiap sendi kehidupan di seluruh Negara. Kata "globalisasi" berakar dari kata global, yang memiliki makna universal atau menyeluruh, namun Globalisasi sendiri belum memiliki definisi yang tepat dan mengena, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sudut pandang mana personal melihatnya. Sebahgian Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial yang berjalan secara alamiah yang diakbatkan proses sejarah yang panjang, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia untuk menjadi lebih terikat satu sama lain sehingga ketergantuangan di antara negara pun semakin erat, dan pada akhirnya yang terjadi adalah satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan koeksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi, identitas bangsa dan budaya masyarakat. Ada opini yang berkembang pada saat ini tentang globalisasi, bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. dalam proses globalisasi itu sendiri akan menghapus dengan sendirinya identitas dan jati diri personal. Kebudayaan lokal dan adat isti adat suku atau etnis akan ditelan oleh kekuatan budaya besar yang berkuasa pada saat itu atau kekuatan budaya global sebagaimana selaras dengan statement ibnu kholdun bahwa bangsa yang lemah cenderung mengikuti bangsa yang berkuasa dan adidaya pada masa yang sama. Opini di atas atau jalan pikiran yang telah dipaparkan di atas tidak sepenuhnya benar. Kemajuan teknologi komunikasi secara fakta telah membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan tak berguna. Namun John Naisbitt (1988), dalam bukunya yang berjudul Global Paradox memaparkan hal yang justru bersifat paradoks dan bertentang dengan fenomena globalisasi. John Naisbitt dalam opininya mengemukakan pokok-pokok pikiran lain yang paradoks, yaitu semakin manusia menjadi universal, tindakan kita haruslah semakin kesukuan, dan berpikir lokal, namun tetap selalu bertindak global. Hal ini dimaksudkan haruslah mengkonsentrasikan pula kepada hal-hal yang bersifat budaya yang memang menjadi ciri khas personal itu sendiri, dengan demikian masyarakat setempat masih tetap bisa berkembang seperti yang lain disamping itu mereka masih tetap bisa mempertahankan tradisi dan corak masyarakat itu sendiri sebagai modal pengembangan ke dunia Internasional. Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek terselubung yang diarsiteki oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari point of view ini, globalisasi memberikan jalan baru terhadap paham kapitalisme dalam konteks yang paling lembut dan halus dalam mencengkram negara-negara dunia ketiga, sehingga tak heran gurita kekuasaan Negara-negara yang kuat dan kaya, praktis akan mengendalikan ekonomi dunia. Sebab, jika membuka topik pembahasan globalisasi cenderung berkaitan besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya. Giddens dalam bukunya yang berjudul Runaway World, How Globalisation is Reshaping Our Life. dalam Bukunya tersebut berisi pemaparan teoritis berkaitan dengan satu fenomena yang belakangan ini menggejala hampir diseluruh tempat dan dirasakan oleh siapa aja. Globalisasi, merupakan Sebuah fenomena baru. Meski demikian, fenomena tersebut telah berhasil merubah sendi-sendi kehidupan manusia. Masa yang bergulir. Dan manusia hidup sekarang ini adalah masa yang sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Jaman ini, menurut Giddens, adalah bersifat liar, ia berlari, menggilas dan mengijak kehidupan manusia tanpa pandang bulu. Sekarang ini adalah setitik masa dari telaga waktu yang luas, namun memiliki resiko kehidupan yang sangat tinggi (high consequence risk). Selain itu, pada masa ini pulalah realitas ruang dan waktu menjadi tidak berarti, karena dimensi ruang telah dicabut dari dimensi waktu. Dalam artian jarak sejauh mana pun sekarang bisa diatasi hanya dengan sebuah kotak kecil yang terletak di pocket yang disebut seluler, sehingga orang yang tinggal di mesir tidak perlu lagi berjalan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan hanya untuk mengatakan hello kepada sahabatnya yang ada di Indonesia.Jika diruntun secara seksama, tumbuh pesatnya globalisasi sangat terkait erat dengan perkembangan tehnologi, sehingga mungkin bisa dikata Alexander graham bell lah yang pertama bisa menghilangkan batas ruang dan waktu, kemudian disusul oelh perkembangan-perkembangan dalam bidang IT lainya semkain meruntuhkan batas ruang dan waktu, jika dahulu manusia hanya mengenal daerah sekelilingnya saja, namun sekarang mau tidak mau dengan seiringnya makin meluasnya alat-alat komunikasi dan makin cepatnya akses informasi yang didapatkan oleh seseorang dengan secara tidak sadar ia telah memasuki dunia secara global dan memaksa dia untuk andil dalam globalisasi itu sendiri sehingga tidak aneh jika seorang bocah yang hanya duduk di depan sebuah layar computer di sebuah desa terpencil biasa mengetahui kabar tentang berbagai informasi-nformasi penting tentang kejadian-kejadian yang ada di berbagai Negara bahkan disudut dunia sekalipun.Perang kebudayaan dan pikiran semakin meluas dan marak terjadi saat-saat seperti ini didukung dengan system tehnologi yang sangat luas, opini-opini pun dibentuk dan diarahkan, siapa yang menguasai bidang ini bisa dikata dialah pemenangnya, siapa yang tidak memiliki ciri khas dan keatifitas hanya bisa menjadi kaum konsumen yang hanya duduk termenung sambil angguk-angguk dan geleng-geleng tanpa bisa berbuat apa-apa.Globalisasi memang tak bisa dihindari, justru keberadaan dunia seperti sekarang ini sangat mendukung, perkembangan ekonomi semakin meluas, keinginan manusia semakin serakah dan ingin menguasai segalanya, sehingga tak heran para kaum-kaum imperialispun mulai menyusup dengan cara halus dan bermain cantik sehingga si korban tak sadar telah masuk dalam areal neo-imperialisGlobalisasi Antara Kepentingan Negara Adidaya Dan Neo-Imperialisme. Rangkaian rantai-rantai penjajahan telah dipangkas habis oleh Piagam PBB, beberapa negara adidaya yang kuat pun terpaksa melepaskan negara jajahanya sehingga muncul lah negara dunia ketiga, namun jika dilihat dari sisi lain sebahagian Negara adidaya masih belum rela dan legawa dengan itu, karena secara fakta, Negara dunia ketiga merupakan Negara yang menyimpan potensi alam yang sangat kaya sehingga membuat air liur negera adidaya menetes dan terus menetes. Memang Globalisasi jika dicermati merupakan satu propaganda terselubung yang telah dirancang jauh-jauh hari sebelum piagam PBB dicanangkan dan disetujui oleh umat dunia, oleh karena itu Bung Karno Sang Bapak Negeri sekaligus Orator ulung bangsa sering kali memperingati Negara dunia ketiga agar supaya mencermati gerakan neo-imperialisme setelah imperialisme kuno bergulir, karena neo-imperialisme itu lebih terasa halus sekali dalam prakteknya dilapangan dibanding imperialisme kuno, satu contoh saja jika dahulu jepang menjajah indonesia secara the fact and the jury maka secara jelas dan nampak bentuk dari penjajahanya dan mekanismenya namun neo-imperialisme jepang yang baru adalah dengan cara menanamkan di hati bangsa Indonesia agar terus tergantung kepada bangsa jepang terutama di bidang ekonomi, dan penggambaran ini bisa kita terawang dalam kenyataan di pasaran bagaimana merajanya produk jepang di Indonesia dibanding produk bangsa sendiri. Namun sebenarnya tak pantas pula jika kita selalu menyalahkan bangsa lain, lebih baik bagaimana kita menghadapi globalisasi itu sendiri, sebab kita menutup mata atau membuka mata tentang hal itu, lambat laun globalisasi pun akan melibatkan Indonesia ke dalamnya. Sebagaimana pemaparan John Naisbitt di atas, yaitu semakin manusia menjadi universal, maka setidaknya tindakan kita haruslah semakin kesukuan, dan tetap berpikir lokal, Namun jangan lupa untuk bertindak global. Jika sudah seperti itu maka budaya bangsa yang luhur tidak akan luntur dan luluh dengan hanya serangan budaya liberal tanpa nilai yang hanya bisa merusak, dan dengan demikian setidaknya tolak ukur budaya ketimuran yang penuh dengan keramah tamahan bisa menjadi filter yang baik bagi pribadi bangsa Indonesia. Satu hal lagi yang perlu menjadi perhatian yang serius, yaitu faktor agama, karena agama islam pun mengalami ancaman yang besar dalam globalisasi pergeseran nilai pun bisa terjadi, jangan sampai nilai-nilai islam yang luhur dikotori oleh pemikiran bebas yang liar yang hanya mengandalkan akal semata tanpa dibentengi oleh filter Alqur`an dan Assunnah, dan seyogyanya kita yang berkebangsaan Indonesia yang muslim dapat menjadikan dua asas di atas sebagai benteng dari budaya luar yang pada masa kini yang sangat lah mudah untuk masuk, apalagi kebiasaan lama bangsa kita yang lebih bangga meniru budaya lain yang kecenderunganya lebih kuat dari pada menghargai budaya sendiri. Jika sudah begitu maka kita tidak akan takut menatap silaunya cahaya globalisasi, dan kita dapat berkarya dan lebih yakin terhadap kemampuan yang dimiliki serta lebih bangga, karena islam telah menjawab semuanya dengan bukti takkala rasulallah SAW menawarkan islam yang luhur dan tidak kosong dari sisi spiritual ternyata dapat diterima dan cocok diterapkan pada bangsa yang berbeda-beda. bukankah ini yang sedang dicari oleh barat, ketika kemajuan tehnologi mereka yang dahsyat dan mengagumkan telah mencapai puncaknya, namun mereka masih merasa ada yang kurang dan ternyata yang kurang dari diri mereka adalah sisi spiritual dalam diri mereka sehingga tak heran Negara Swiss yang perkapitalnya terbesar di dunia memilik angka bunuh diri paling besar di dunia. Pesimistis bukanlah yang kita butuhkan sekarang ini dalam menghadapi dahsyatnya globalisasi, karena jika kita hanya melihat saja tanpa melakukan perbaikan dari segi sumber daya manusia maka bisa jadi, Indonesia akan menjadi orang asing di negeri sendiri dan kita hanya bisa gigit jari saja tak kala melihat keberhasilan bangsa lain.
Dimyath atau Dimmata
Monument bertemunya Sungai nile dan Laut Tengah, Dimmata atau dalam bahasa arab biasa disebut dengan Dimyath, ternyata nih sungai paling panjang di senatero dunia ini, melewati 3 Negara di Afrika dengan panjang kurang lebih 6000 Km, ini bukanlah satu-satunya muara sungai nileMerenung di muara Sungai nile, apa yaah yang mo dipikirinapakah anda ingin kembali ke masa lalu ato tetap mengalir ke depan seperti Sungai nile ini tergantung kita yang mau memilihnya, tapi lebih baik jadikan masa lalu sebagai kenangan yang patut diingat dan masa depan sebagai harapan yang harus diraih
Theologi Syiah
Serial Artikel Aqidah dalam IslamAkar Perpecahan Umat yang melahirkan FirqohPerpecahan dalam tubuh islam mulai berkembang dan tumbuh di saat wafat sang Kholifah kedua Al-Faruuq Umar bin Al Khattab RA, seorang yahudi telah membunuhnya di saat tubuh beliau tunduk patuh kepada Allah swt, semua ini memang telah diprediksi oleh Rasulallah saw, semenjak itu yahudi seakan menjadi sebuah duri di dalam daging tubuh umat islam, fitnah-fitnah yang ditimbulkan oleh yahudi seakan menjadi virus perpecahan yang amat mematikan dikalangan umat islam, hingga sampai pada permulaan klimaknya dengan terbunuhnya Khalifah ketiga dari Khulafaurrasyidin Dzunuraiin Usman bin Affan RA di saat beliau sedang khusuk melafalkan lantunan ayat-ayat Allah swt.Bola liar ini pun seakan terus menggelinding dan meluas dengan ditandainya perang jamal. pada awalnya sekolompok umat islam yang dipimpin oleh Humairak Aisyah RA ini meminta klarifikasi kepada kholifah Ali bin Abi Tholib terhadap terbunuhnya Usman bin Affan dan meminta Ali untuk mengusutnya, kholifah keempat Ali bin Abi Tholib pun menjawab seruan itu tapi beliau butuh waktu hingga keadaann umat islam yang sedang memanas reda terlebih dahulu sehingga dengan sendirinya pelaku pembunuh usman bin affan terungkap, namun tiba-tiba pada saat itu kelompok Abdullah saba` seorang yahudi yang menunggangi kedua belah pihak tiba-tiba meluncurkan panah kearah pasukan Ali bin tholib dan kelompok yang berada di kelompok Aisyiah pun melakukan hal yang sama seketika itu juga terjadi perang yang dahsyat yang merenggut nyawa sahabat-sahabat nabi, Abdullah bin saba melakukan semua ini memiliki tujuan jika kedua belah pihak tidak terjadi perang maka bisa jadi pelaku pembunuhan Usman bin Affan dari golongan mereka bisa terungkap.Pasca Perang Jamal keberadaan umat islam mulai terbelah puncaknya takkala terjadi perang Shiffin yang kemudian menghasilkan tahkim, Golongan-golongan yang yang memiliki kepentingan mulai memecah belah keadaan umat, pada awal pepecahan kepentingan golongan yang dipicu oleh ta`asyub berlebihan mulai timbul, kepercayaan islam mulai dinodai perselisihan dalam aqidah mulai meruncing, Abdullah bin Saba yang notabenenya seorang yahudi tulen yang memiliki tujuan terselubung pun mulai menyulut perselisihan dengan mengarsiteki kelahiran Syiah, Ibnu hajar menggambarkan bahwa Abdulah bin saba` merupakan sosok penggagas kelahiran Syiah Rofidhoh yang tergolong orang yang dijuluki dengan zindiq begitu juga ibnu Taimiyah pun memberi gambaran tentang kepribadian Abdullah bin Saba` merupakan golongan yang telah menyimpang dari ajaran islam yang telah menyebarkan pahamnya di kufah dan sekitarnyaAbdullah bin Saba` sebagaimana telah dikutip dalam buku Tarikh Sunnah Diktat kuliah Ushuluddin tingkat pertama universitas Al Azhar pun pernah secara langsung dan terang-terang pernah mengungkapkan kepada Ali bahwa Ali adalah Allah swt itu sendiri, seketika itu juga Ali terkejut dan menepis anggapan itu serta menyuruh Abdullah bin Saba untuk tobat dan kembali ke ajaran islam yang benar jika tidak maka akan ditumpas oleh Ali sendiri, namun kelompok Abdullah bin saba tetap berkeyakinan dan menyebarkan keyakinan mereka, kelahiran syiah ini pun seakan menjadi bibit subur dalam memicu kelahiran Firqoh-firqoh lain seperti khawarij dan golongan-golangan islam lainnya yang berselisih dalam teologi islam. keadaan islam saat itu semakin mencuatkan kebenaran sabda nabi yang mengabarkan tentang keadaan umatnya yang akan terbagi kepada 73 firqoh dan hanya satu firqoh saja yang biasa memasuki surga, Prof Dr Muhammad sayyid ahmad Musayyar seorang guru besar aqidah wal filsafat fakultas Ushuludin Universitas al azhar di dalam bukunya yang berjudul muqoddimah fi dirasat firqah al islamiyah memberikan definisi tentang firqoh.Firqoh menurut beliau merupakan perbedaan dalam bidang aqidah berbeda dalam bidang fiqih, beliau pun memaparkan tentang sebuah karya imam al Baghdadi dalam bukunya alfarqu baina firqoh yang memberikan batasan bahwa firqoh merupakan kelompok yang berselisih dengan firqoh annajihah dalam bidang adil dan tauhid atau dalam wa`du wal waid atau dalam bab qudrah wal istitho`ah atau dalam masalah takdir baik dan buruk atau dalam masalah hidayah dan kesesatan atau dalam masalah irodah dan masyiah atau dalam masalah rukyah dan idrak atau dalam masalah sifat-sifat Allah dan nama-namaNya dan dalam masalah-masalah aqidah lainya.Imam Syahrastani pengarang buku milal wanni hal menjelaskan tentang 73 golongan, beliau berpendapat bahwa usul firqoh merujuk pada empat golongan : yaitu Al qodariyah wa al sifatiyah wa al khowarij dan al syi`ah, dan bermula dari kelompok-kelompok inilah umat islam terus berpecah sehingga 73 golongan, imam ibnu jauzy pengarang buku tablisu iblis memberikan pemaparan bahwa ushul firqoh dalam islam ada enam yaitu : Al hurriyah wa al qodariyah wa al jahmiyah wa al murji`ah wa al rofidhoh wa al jabariyah dan kemudian dari setiap kelompok ini akan terbagi kepada 12 golongan kecuali ahlu as sunnah wa al jama`ah.Berkenalan dengan syiah Syiah memiliki artian menurut buku al farqu baina firqoh yang disusun oleh Imam Al baghdadi memiliki pengertian yaitu kelompok yang membela Ali dan Ahlul bait.Sebenarnnya perbedaan yang sangat mendasar anatar sunni dan syiah berada pada pandangan masing-masing golongan tentang Ali bin abi tholib ra, jikalau syiah mengangap Ali memiliki kelebihan di atas sahabat lainnya bahkan jika dirasa kecintaanya kaum syiah terlalu berlebihan dibanding kecintaan mereke kepada Nabi Muhammad saw, sedangkan Sunni memberikan pandangan bahwa Ali bin tholib ra tidak lebih hanya manusia biasa yang memiliki kedudukan yang sama dengan sahabat-sahabat nabi lainya yang memiliki kesalahan dan tidak maksum.Sejalan dengan pengertian firqoh menurut Imam Al baghdadi, maka bisa dibuat sebuah garis lurus bahwa syiah merupakan salah satu firqoh dalam islam, karena Syiah merupakan salah satu kelompok yang berselisih dalam bidang Akidah bahkan imam al syahrastani dan ibnu jauzy bibit mengolongkan syiah sebagai akar dari bibit perkembangan firqoh-firqoh dalam islam.Dikutip dalam buku Tarikh Sunnah yang disusun oleh lajnah min qisymil hadis wa `ilmuhu universitas Al Azhar Kairo bahwa syiah setidaknya memiliki beberapa ideologi dasar dalam akidah mereka diantaranya ideologi arraja` yang menerangkan bahwa beberapa golongan syiah menyakini bahwasanya Ali belum meninggal dunia tetapi dia hidup tersembunyi dan akan kembali guna menyebarkan keadilan dan menumpas kejahatan dan sebagian lagi menjadikan dari pemimpin-pemimpin mereka dari anak-anaknya Ali ra seperti kelompok syiah al kisaniyah yang memiliki keyakinan bahwa Muhammad ibnu al hanafiyah belum mati dan dia akan menyebarkan keadilan ke seluruh dunia sebagimana imam ali bin Abi tholibBahkan beberapa golongan syiah yang lain meyakini bahwa kita akan dibangkitkan sebelum hari kiamat berbeda dengan pandangan islam yang asli.Ideologi selanjutnya yaitu An nubuwah : mereka menyerukan tentang kenabiannya Ali ra sebagai pewaris kenabian Nabi Muhammad saw atas dasar hadis nabi yang di sisi mereka hadis ini dianggap shohih, yaitu hadis tentang setiap Nabi memiliki pewaris dan pewaris ku adalah ali bin abi tholib, bahkan sebagian yang lain meyakini bahwasanya Jibril as keliru dalam menyampaikan Risalah kenabian kepada Nabi Muhammad saw tetapi seharusya kenabian itu adalah hak Ali bin Abi tholib ra yang lebih berbahaya lagi khomaeni dalam bukunya ... menegaskan bahwa kenabian dan dakwah nabi Muhammad belum sempurna dan imam-imam merekalah yang akan menyempurnakan kenabian Nabi Muhammad.Ideologi mereka yang lain yaitu Ideologi tentang ilahiyah, sebahagian dari golongan syiah terutama pengikut Abdullah bin saba` Alhumairy pernah berkata kepada Ali bahwa kamu adalah dia, maka Ali pun balik bertanya lalu apa itu dia dan mereka dengan lantang menjawab kamu adalah Allah, bukan dalam hal ini saja Syiah pun memilki landasan keislaman yang berbeda dengan Sunni sebagamana dikutip oleh ihsan ilahi dhohir dalam kitabnya yang berjudul assyi`ah wal Al Qur`an dipaparkan bahwa disebutkan dalam buku alkaafi fil al ushul kitab al iman wa al kafr pada bab da aimu al islam halaman 8 bahwa golongan syiah berkata: sesungguhnya islam berdiri atas lima dasar : yaitu sholat, zakat, puasa, haji dan imamah.Kedudukan imamah dalam tingkatan Imamah kaum syiah seakan memiliki kedudukan yang setara dengan kedudukan dua kalimat syahadat dalam rukun islam umat sunni, sehingga kaum syiah meyakini bahwa siapa yang tidak beriman dengan imamah maka dua kalimat syahadatya tidak syah dan belum sempurna keimanannya, dalam kitab Al Burhan pada bab muqodimah halamann 24 ditegaskan bahwa Ali bin abi Tholib ra pernah berkata sebagai berikut : siapa yang belum mengakui dengan walayati maka tidaklah bermanfaat pengikraran dengan kenabian Nabi Muhammad saw.Dikutip dalam al burhan juga bahwa sesungguhnya kesempurnaan Islam adalah dengan keyakinan kepada Walayatu ali alaihi salam yang jelas-jelas penisbatan kepada Ali merupakan kebohongan yang sengaja dikarang.Atas dasar ini banyak sekali tuduhan-tuduhan yang dilancarkan kaum syiah kepada kaum sunni, sebagaian telah dipaparkan di atas, syiah memberikan standarisasi yang berbeda terhadap islam, tuduhan-tuduhan keji dan tidak mendasar pun sering dilontarkan dari pihak syiah kepada para sahabat, di dalam buku syubhat haula hadis muqoror tingkat dua Ushuluddin universitas al Azhar dimaktubkan bahwa, hadis yang diriwayatkan oleh sahabat sebelum fitnah bisa diterima sanadnya dan dianggap shohih namun tak kala terjadi tahkim, hadis yang diriwayatkan oleh sahabat yang tidak memberikan dukungan kepada Ali bin abi tholib ra bisa dikatakan tidak sah meskipun secara sanad adalah benar bahkan mereka menuduh beberapa sahabat nabi ada yang menyembunyikan hadis tentang kesahan ali sebagai penerus nabi Muhammad saw.Dalam Orasi ilmiyahnya di mesjid iman di kawasan makrom abied, madinet nashr dr.Muhammad Yusri ketua bidang buhus American Open University pernah mengutarakan bahwa syiah pernah menuduh Abu Hurairah RA, sebagai seorang pembohong yang tidak bisa diterima hadis yang pernah diriwayatkan olehnya , ini semua dilayangkan disebab tuduhan yang tidak mendasar dan tidak bertangung jawab terhadap Abu hurairah sendiri, di mata syiah tidak mungkin seorang abu hurairah yang hanya sebentar bertemu dengan rasulallah saw bisa meriwayatkan hadis yang lebih banyak dari Ali bin abi tholib ra. Hakikat pertentang Syiah dan sunni.Pertentangan antara syiah dan sunni bukanlah pertentangan yang ringan dan sepele yang hanya meributkan masalah qunut subuh itu wajib atau tidak, perlu diingat pertentangan yang terjadi antara syiah dan sunni adalah pertentangan yang menyangkut uluhiyah atau masalah ushuliyah agama yang tidak bisa dianggap enteng, penghinaan terhadap sahabat nabi merupakan perbuatan keji yang tidak bisa dimaafkan begitu saja ancamannya adalah neraka, penyerangan terhadap keyakinan-keyakinan yang murni pun tidak bisa ditoleril begitu saja, masalah ini merupaakn masalah yang bisa menimbulkan fitnah yang besar dikalangan umat islam.Beberapa kaum orientalis barat pun mengambil pandangan-pandangan syiah yang miring ini untuk menyerang islam, para orientalis barat mulai menghembuskan isu-isu atau kejangalan tentang kemurnian ajaran islam melalui sejarah dan pendapat-pendapat ulama syiah yang melenceng, contoh kasus tadi yaitu kasus menuduh Abu hurairah sebagai pembohong besar yang tidak layak meriwayatkan hadis, padahal perlu diingat hadis yang diriwayatkan Abu hurairah merupakan hadis-hadis yang kebanyakan mengenai masalah ushuliyah dan merupakan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis, anadaikan saja pendapat ini dibiarkan maka bisa jadi agama islam menjadi rusak.Syiah beberapa kurun waktu yang lalu menyerukan untuk mengadakan taqrib Al madzahib terhadap Ahlu Sunnah, dan beberapa golongan islam seperti Ikhwanul Muslimin pun menggapinya dengan tangan terbuka namun pada akhir-akhir ini banyak sekali tokoh-tokoh islam sunni yang pertamanya mengdukung terhadap taqribul al mazhahib merujuk kembali pendapat mereka seperti said hawa, Dr Musthofa Assyibai` dan Bahkan Dr yusuf Al qhorodowy yang dengan lantang menyerukan taqrib Al mazhahib pun mulai gamang ketika ditanya tentang perseteruan umat islam di Iraq yang banyak menelan korban dari sunni sebagaimana terekam dalam rekaman wawancara beliau di sebuah situs di internet. Taqribul madzahib, penulis memiliki pandangan lain, isu politik telah berbicara, bukan lagi semangat keagamaan lagi yang berbicara, ideologi tuqiyah lah yang berbicara yaitu ideologi menyembunyikan wajah asli mereka, sehingga tak kala mereka berdialog dengan Dr yusuf Al qhordowy mereka mengaku bahwa mereka tidak pernah menghina sahabat nabi dan lain sebagainnya namun jika dirujuk pada buku karangan ulama-ulama mereka sangat bertentangan. Dr Azhar dalam orasi ilmiahnya pernah menerangkan tentang teologi tuqiyah yang sebenarnya memiliki tujuan terbesar yaitu merancang persia raya dibawah kekuasan syiah al imamiyah.Belajar dari sejarah pernah terjadi pada perang dunia kedua negara rusia yang dipimpin oleh penguasa yang belatar belakangan sosialis berjabat tangan dengan seorang pemimpin jerman yang dikala itu seorang yang rasis sekaligus sosialis mereka bersepakat untuk membuat suasana dunia baru di bawah bendera kedua negara namun disayangkan perjanjian itu hanya topeng belaka tak kala jerman diserang oleh sekutu dan takluk rusia yang telah berkerjasama dengan jerman secara mengejutkan memberikan dukungan terhadap sekutu dan pada akhirnya membagi jerman menjadi dua bagian sehingga rakyat jerman tersiksa.Hal ini pun bisa terjadi pada sunni dan syiah, taqrib mazahib tidak akan pernah terjadi karena syiah bukanlah mazhab melainkan firqoh yang memiliki ideologi dasar yang berbeda dalam bidang aqidah yang tidak bisa ditolelir Jangan biarkan niat baik kita terhadap mereka menjadi senjata yang akan melawan kita sendiri, belajar dari jerman dan rusia tadi seharusnya kita mengambil pelajaran bahwa politik adalah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan utamanya, buat apa membuat sebuah pendekatan sedangkan dibelakang kita banyak suadara-saudara kita di Iraq dan di libannon masih dibantai dan dibunuh, biarkan sejarah yang menentukan jalanya sendiri karena kebenaran adalah kebeneran tidak mungkin kebohongan menjadi sebuah kebenaran dan tidak mungkin akan bersatu antara kebenaran dan kebatilan.Jangan kita korbankan kepercayaan kita hanya untuk perdamaian sesaat saja, penyelesainya masalah antara syiah dan sunni hanya satu yaitu syiah melepaskan kesyiahanya dan kembali kepada Alqur`an dan Assunah sebagai landasan keimanan dan keagamaan mereka dan penulis yakin suatu saat ini pasti akan terjadi.Wallahu`alakm bishowab
Komentar
Belum ada komentar untuk file ini

