Yuk Ngeblog! Direktori Blog Indonesia

DEPAN | DAFTARKAN BLOG ANDA | BELUM PUNYA BLOG? | TENTANG KAMI |

Butet Kartaredjasa

Butet Kartaredjasa
• Nama Pemilik: Butet Kertaredjasa
• Tanggal: 25/04/2008
• Dilihat: 1935 kali.
Kunjungi Blog Butet Kartaredjasa (Telah dikunjungi: 331 kali.)
Blog tidak bisa diakses?
Kirimkan halaman ini ke teman

Statistik Pengunjung (Daily Reach):

Untuk detail statistik, klik pada grafik.

Sindikasi dari Butet Kartaredjasa:

LIMA ALASAN KENAPA MESTI NONTON “KELUARGA TOT” TEATER GANDRIK
LIMA ALASAN KENAPA MESTI NONTON “KELUARGA TOT” TEATER GANDRIK Teater Gandrik akan mementaskan lakon komedi Keluarga Tot di Jakarta (TIM, 17-20 April 2009) dan Yogyakarta (Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 29-30 April 2009). Inilah wawancara dengan Butet Kartaredjasa seputar lakon dan pementasan itu, dan lima alasan kenapa kita harus menonton pertunjukan ini. - Gandrik sepertinya [...]

TEATER GANDRIK PENTASKAN “KELUARGA TOT”
TEATER GANDRIK PENTASKAN “KELUARGA TOT” Judul : Keluarga Tot Naskah : István Örkény, Penyutradaraan : Butet K, Jujuk Prabowo, Agus Noor, Heru KM, Djaduk Ferianto, Penata Musik : Djaduk Ferianto,Pemain : Butet Kartaredjasa, Susilo Nugroho, Heru Kesawa Murti, Whani Darmawan, Sepnu Heryanto, Dyah Arum dll Teater Gandrik Yogyakarta akan mementaskan lakon [...]

KOLOM CELATHU: GEROMBOLAN HWENG
Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 29 Maret 2009, hal 1 Gerombolan ‘Hweng’ Butet Kartaredjasa Rupanya makna setiap kata sedang mengalami distorsi. Inilah yang bikin Mas Celathu rada bingung. Dia nggak bisa lagi secara lugu mengartikan setiap kata secara sederhana. Yang paling mutakhir, misalnya dia diminta untuk memberikan ‘doa restu’ sebagaimana permintaan  poster-poster para caleg  – itu [...]

KOLOM CELATHU: BUTUH BONCENGAN
Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 8 Februari 2009, hal 1 Butuh Boncengan Butet Kartaredjasa Bagi petualang yang karena suatu sebab terpaksa menyusuri jalanan sepi, apalagi jika langkahnya terseok-seok karena kecapekan, harapan yang diimpikan sangatlah sederhana. Dia hanya menginginkan ada kendaraan yang melintas. Lalu diijinkan nunut. Sekadar menumpang biar lekas mencapai tujuan. Kalau ada mobil ya syukur. Sepeda motor [...]

URIP MUNG MAMPIR NGGUYU
URIP MUNG MAMPIR NGGUYU Selasa, 27 Januari 2009, 20.00 WIB, Concert Hall - Taman Budaya Yogyakarta, Jl Sriwedani (barat toko Progo) Sekarang giliran Yogya disuguhi guyonan dalam kemasan pertunjukan “Urip Mung Mampir Ngguyu”. November tahun lalu, pertunjukan serupa diselenggarakan di Jakarta untuk menandai launching buku saya “Presiden Guyonan”. Pembaca yang bakal tampi Whani Darmawan dan Happy Salma. Saya [...]

Komentar

mas butet, asli kata2 nya ga dimana2 pedes........ ! tp yaa mau gmn lagi mmg org jaman sekarang kalau ga dipedesin ga melek..btw minta alamat emailnya donk mas, aku pengen bgt dibuku ke 2 ku ada celotehan mas ttg tulisanku,,,,ini sepenggal tulisan ku yang masih balita mas,   “Sang Raja Kebenaran”Peringatan datang padanya, peringatan akan suatu keterpurukan norma.Ia mencambuk hatinya dengan kata,Ia memasung liang mulutnya dengan kata,Ia merampas nafasnya yang kian tersengau dengan kata,Ia ludahi segala keterpurukan normanya dengan kata,Ia membunuh jiwanya dengan kata,Ia menelanjanginya dengan kata.Dengan kata ia mampu menghukumnya, menghukum tanpa bertanya kepada Sang Raja Penguasa,Raja penguasa yang telah menghadirkan nafas untuknya, nafas yang hanya ia habiskan untuk membinasakan dan membunuh kaumnya.Kaum yang hanya menjadi keegoisannya dalam menilai suatu kebenaran, kebenaran yang sebenarnya tak pernah ia kenal.Jangan nistakan dan jangan katakan dosa jika itu adalah suatu ketulusanBiarkan Sang Raja bernilai yang menilaiTiada nista dari beningnya sungai Nil dan tiada dosa dari bayi si pelacur.Wsa29020812.44jangan lupa mas..... minta emailnya ,,, makasimerdeka!!!!
Komentar oleh: willy sastra absoelny Nitidipu pada 14/08/2008 jam 14:47:55
kirim ke willy_oneechan@yahoo.com yaa alamat emailnya mas butetthx a lot
Komentar oleh: willy sastra absoelny Nitidipu pada 14/08/2008 jam 14:50:50
bagus..dmn bisa dapet rekamannya..?
Komentar oleh: Yulie pada 19/08/2008 jam 11:09:54
Eh, thet, buthet, melihat monologmu tadi malem, yang tadinya aku suka sekali membaca kolommu di setiap hari ahad di harian jawa tengah, sekarang sudah tidak respek lagi, melihat seniman menggadaikan diri demi sebuah ‘pesanan’ pertunjukan. Kamu menyentil sana-sini dikirane kita semua terpesona?tidak tentunya, kamu bilang banyak lembaga survei berdasarkan pesanan, nyatanya awakmu dhewe tampil adol abab juga pesanan, bahkan wagu dan dan tidak cerdas, kita sudah pengalaman dipimpin oleh berbagai pimpinan dan bisa membandingkan termasuk dirimu juga, jadi tidak perlu diajari lagi, jadi tolong sekali lagi thet, ojo sok kemritis sing ora prinsip lan penting, tak kira kamu sekaliber orang ‘berpikir’ nan bijak, jebulane ming kaum kodhen sing podo buruh proyek thet, saya kecewa, betul. Mungkin sepuluh tahun yang lalu aku terbengong-bengong melihat ada seniman ‘ciri’ lain, tapi kamu tidak berinovasi, jadi ya terlindas dengan kewaguanmu itu thet, tidak perlu lah menjelek-jelekkan, padahal kalo orang awampun sudah merasakan jaman pimpinan sekaranglah banyak koruptor yang ditangkapi, bandingkan dengan periode sebelumnya, apa kamu tidak merasakan itu, jadi sentilanmu tadi malem tidak kena, tidak pas situasi dan kondisi, betul-betul ora wangun, moga-moga kowe iso ngilo githokmu thet
Komentar oleh: daplun pada 11/06/2009 jam 0:52:53
Mas Butet pokoke sukseslah dengan monolog anda...kapan bermonolog lagi di TV dan lebih nnnnggigit ..hee....hee..heee..
Komentar oleh: enkaleksono pada 18/06/2009 jam 6:44:53
maz butet, aku kesusahan ni nyari biografi agus noor untuk garap konsep pementasan monolog aq yaitu politikus busuk dan raja jin.dan aku kesulitan tentang kostum dan settingny.tlong blas scepatnya ya.
Komentar oleh: Lukman pada 10/07/2009 jam 16:27:53

Tambah Komentar

Nama anda

Email anda

Komentar

Kode Anti-Spam:

security image

KATEGORI:
SPONSOR: JawaraHosting.com
SPONSOR:
Your Ad Here
PENCARIAN:
 
SPONSOR:

Your Ad Here

Blog Lainnya Di Kategori Seni:
Sindikasi Acak:
LIVE TRAFFIC:

Bebaskan Ibu Prita Mulyasari!
Jangan Kutip Roy Suryo, daripada dibilang salah kutip